5 Alasan Kenapa Cita-cita Kita Ditentang Orangtua

Terkadang ketika kita punya impian, enggak semuanya sejalan dengan keinginan orangtua. Enggak jarang juga jadi bertentangan. Penasaran kenapa ini bisa terjadi? Simak 5 alasan kenapa cita-cita kita ditentang orangtua ini.

Penting buat kita untuk menghadapi situasi seperti ini dengan kepala yang dingin. Ketika kita tahu kalau cita-cita menjadi dokter hewan enggak didukung oleh orangtua karena pada umumnya profesi dokter hewan enggak menghasilkan banyak uang, ada baiknya kita enggak serta merta menjadi defensif dan merasa kalau dunia sudah berakhir. Ada beberapa alasan umum kenapa orangtua menentang cita-cita kita, antara lain:

 

1. Mereka ingin kita aman

Aman di sini bukan hanya aman dari kejahatan ya, gengs, tapi juga aman dari sisi material dan mental. Orangtua mana yang mau anaknya kesulitan, apalagi secara  materi, ketika sudah mandiri nanti? Apalagi kalau cita-cita yang kita inginkan bukanlah cita-cita yang biasanya dimiliki cewek kebanyakan, misalnya ingin menjadi pengusaha muda.

Orangtua yang sudah lebih dulu mengalami asam garam kehidupan merasa dirinya enggak rela kalau kita harus menempuh jalan yang sulit untuk mencapai kesuksesan. Seperti orangtua Nadiya, mereka lebih menyarankan Nadiya untuk masuk STAN agar cepat dapat kerja. Orangtua lainnya pun begitu. Belum lagi risiko gagal berkali-kali yang bisa bikin kita kecewa.

 

2. Rasa takut akan perubahan

Kita juga harus memaklumi kalau orangtua memiliki rasa takut juga, sama seperti kita. Kalau kita takut menghadapi tantangan baru ketika berusaha mewujudkan impian, mereka justru takut menghadapi situasi ketika kita akan berubah dan enggak menjadi gadis kecil mereka lagi. Mereka harus menghadapi cara pandang kita yang berubah, sikap yang berubah, dan aturan hidup yang berubah seiring dengan jalannya waktu. Tapi pada akhirnya, semua hal akan berubah, bukan? Karena enggak ada yang abadi di dunia ini.

 

3. Mereka takut kita ‘lepas’

Setiap orangtua pasti ingin anaknya sukses dan mandiri, tapi mereka juga memiliki ketakutan sendiri ketika kita mulai bisa melakukan sesuatu tanpa bantuan mereka. Maka itu, ketika bisa menjalani keinginan mereka, walaupun nantinya kita bisa mandiri juga, mereka tetap memiliki perasaan bahwa mereka berhasil membimbing kita untuk mencapai kesuksesan. Belum lagi mereka juga takut kita buat kesalahan kalau berada di luar ‘bimbingan mereka.

 

4. Mereka sungguh butuh kita

Biasanya kasus ini dialami oleh anak tunggal atau yang orangtuanya memiliki usaha sendiri, sehinngga mereka membutuhkan penerus untuk menjalankan usahanya tersebut. Padahal sebenarnya kita sama sekali enggak tertarik untuk menjadi pengusaha dan memimpin sebuah perusahaan. Ini adalah sesuatu yang wajar, sih, karena orangtua pasti lebih percaya kita untuk menggantikannya. Tapi satu yang kita harus tanamkan, kalau mengesampingkan mimpi kita dan menjalani mimpi orang lain, itu bisa jadi membuat kita enggak bahagia.

 

5. Meneruskan ambisi

Ada sebagian orangtua yang tidak bisa menggapai ambisi saat muda bertekad ‘meneruskan’ ambisi itu ke anak-anak mereka, yaitu kita. Entah itu kuliah di kampus tertentu atas malah menjalani profesi tertentu nantinya. Memang enggak menutup kemungkinan kita punya bakat atau passion yang sama dengan orangtua, tapi pastikan kalau cita-cita yang mereka inginkan itu benar-benar sesuai dengan apa yang kita mau, beib.

Back
THE COMMENTS
LOVE & FRIENDSHIP
Intip 5 Cara Agar Squad-mu Lebih Kompak, Yuk, Beib!
SCHOOL LIFE
Kata Siapa Ekskul Paduan Suara Itu Nggak Keren?
LIFESTYLE
Ingin Punya Tambahan Uang Saku? Manfaatkan Hobi Kamu dan Belajar Jadi Entrepreneur