7 Tips Menghadapi Teman Drama Queen Saat Menghadapi Masalah

Setiap orang tentu punya banyak masalah dalam hidupnya, enggak terkecuali kita dan teman-teman. Setiap masalah yang dihadapi tentunya berbeda-beda, dan cara kita menanggapi masalah tersebut juga berbeda-beda. Ada yang menanggapinya dengan kepala dingin dan berusaha mencari jalan keluar dengan tenang, ada pula yang langsung emosi dan membuat masalah malah makin rumit.

Di sisi lain, ada juga yang menjadikan masalahnya sebagai drama dan menarik orang lain untuk ikut terlibat di dalamnya. Padahal, jika ditelusuri lebih jauh, masalahnya enggak pelik-pelik amat. Hanya cara menanggapinya aja yang penuh drama. Nah, kalau teman kita drama queen saat menghadapi masalah, berikut 7 tips menghadapinya, beib!

1. Bersikap Rasional

Ketika menghadapi masalah, teman drama queen seringkali enggak bisa bersikap rasional dan lebih dipengaruhi oleh emosi. Dia melihat masalahnya dari skala besar dan terlalu memikirkan efek yang sebenarnya belum tentu akan terjadi. Ketika menghadapinya, tugas kita sebagai teman adalah bersikap rasional. Karena dia enggak bisa melihat masalahnya dengan kepala dingin, justru kitalah yang harus tenang menghadapi masalah ini, dan mencoba mencari penyelesaian yang masuk akal. Klik di sini untuk melihat 5 tipe sahabat yang menyulitkan dan cara menghadapinya.

2. Enggak Membesarkan Egonya

Semakin kita menyetujui tindakannya dan mendorongnya untuk melakukan tindakan impulsif, dia akan semakin drama. Dan, masalahnya enggak akan selesai. Hal yang sebaiknya kita lakukan adalah enggak ikut membesar-besarkan.

3. Enggak Menanggapi

Tanggapan yang kita berikan hanya akan membuat dia merasa diperhatikan. Jadi, hindari untuk memberi tanggapan. Jika dia mengancam akan menyakiti dirinya atau orang lain, jangan cegah secara terang-terangan. Kita tetap harus mengawasinya karena siapa tahu dia akan melakukan ancamannya tersebut.

4. Ajak Berdiskusi

Yup, usahakan untuk enggak menasihatinya, apalagi menyalahkan keputusannya, karena tindakan ini hanya akan membuat dia semakin defensif serta menimbulkan masalah baru. Sebaliknya, ajak dia ngobrol dengan santai dan berdiskusi ringan tentang masalahnya. Sehingga, kita bisa memberikan masukan kepada dia.

5. Menjadi Pendengar

Ketika dia curhat, kita cukup jadi pendengar yang baik. Tahan diri untuk berkomentar, baik komentar mendukung atau memberi masukan. Karena, di saat dia tengah emosi seperti ini, setiap omongan kita bisa ditangkap dengan makna berbeda. Kalimat menenangkan bisa dianggap sebagai bentuk dukungan. Kalimat berisi saran bisa dianggap sebagai tindakan kita menyalahkan dia. Daripada hubungan kita dan sahabat jadi makin rumit, lebih baik kita diam saja sambil terus dengerin dia cerita.

6. Enggak Mengubah

Sekesal apapun kita sama sahabat yang drama queen, kita enggak akan bisa mengubahnya selama dia sendiri enggak menyadari kalau tindakannya itu mengganggu orang lain. Apalagi jika kita mengungkapkan ini di saat dia sedang emosi dan terjebak dalam perasannya akan suatu masalah, bisa-bisa dia akan menganggap kita sebagai teman yang enggak perhatian. Jika ingin memberi masukan, perhatikan suasana. Sebaiknya, sih, ngomong di saat dia lagi senang dan enggak ada masalah.

7. Buat Batasan

Salah satu yang membuat teman drama queen suka berbagi masalahnya dengan kita adalah karena kita selalu ada untuknya. Jadi, dia merasa kita adalah teman yang selalu bisa diandalkan sehingga jika ada masalah, sekecil apapun, dia akan menemui kita. Karena itu, kita bisa membuat batasan dan enggak harus selalu ada untuknya 24/7. Walaupun status kita adalah sahabat. Toh kita berhak punya waktu untuk diri sendiri dan kita pun juga memiliki masalah yang harus diselesaikan.

Back
THE COMMENTS
LOVE & FRIENDSHIP
Intip 5 Cara Agar Squad-mu Lebih Kompak, Yuk, Beib!
SCHOOL LIFE
Kata Siapa Ekskul Paduan Suara Itu Nggak Keren?
LIFESTYLE
Ingin Punya Tambahan Uang Saku? Manfaatkan Hobi Kamu dan Belajar Jadi Entrepreneur