8 Negara dengan Pendidikan Terbaik

Anggaran dan kualitas pengajar yang tinggi ditambah sistem pengawasan pendidikan yang baik bikin delapan negara ini sukses jadi negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Wow!

  1. Korea Selatan

Pendidikan gratis untuk anak umur 6 – 15 tahun. Kegiatan belajar mengajar di sekolah berlangsung 50 jam/minggu. Jadi negara pertama yang berhasil menyediakan akses internet paling cepat di dunia gratis untuk pelajar SD, SMP dan SMA. Dinas pendidikan di setiap provinsi membentuk sebuah kelompok pemantau eksternal yang bertugas mengevaluasi kinerja sekolah setiap tahunnya.

  1. Jepang

Jepang punya standar pendidikan yang tinggi dan merata di seluruh negeri karena Departemen Pendidikan selalu melakukan pengawasan yang ketat terhadap kurikulum, buku teks, kelas dan mempertahankan tingkat pendidikan yang seragam. Pendidikan SD dan SMP wajib bagi semua penduduk. 96% penduduknya lanjut hingga SMA dan 46% lulusan SMA lanjut ke universitas.

  1. Singapur

Departemen Pendidikan fokus membantu siswa menemukan bakat dan potensi mereka sendiri dengan menerapkan sistem pendidikan yang fleksibel dan beragam. Mereka memiliki sekolah yang baik dengan pemimpin sekolah dan guru yang berkualitas serta fasilitas terbaik di dunia. Guru dan tugas sekolah berfungsi mendorong murid mengikuti naluri dan keterampilan mereka dan mempromosikannya baik dalam akademik, olahraga atau seni.

  1. Finlandia

Biaya pendidikan gratis, enggak ada seragam dan Ujian Nasional. Susana belajar santai, murid cuma belajar 30 jam/minggu di sekolah karena enggak diberi PR dan enggak ada les. Kunci utama adalah kualitas guru yang terbaik. Guru jadi profesi yang sangat dihargai dan persaingan untuk bisa jadi guru ketat, cuma siswa lulusan terbaik yang bisa jadi guru, mengalahkan profesi dokter.

  1. Inggris

Inggris atau Britania Raya memliki lima tahap pendidikan yaitu pendidikan awal, primer, sekunder, pendidikan lanjutan dan perguruan tinggi. Semua anak usia 5 – 16 tahun wajib menerima pendidikan, baik di sekolah resmi atau pun home schooling bersama ortu/guru. Ada satu kurikulum nasional yang dimiliki tapi enggak wajib diikuti oleh setiap sekolah, banyak sekolah swasta atau akademi pendidikan yang membuat kurikulum sendiri.

  1. Hong Kong

Menganggarkan lebih dari 20% APBN untuk pendidikan. Sistem pendidikannya sama seperti di Britania Raya. Sekolah menengah dibagi menjadi tingkat junior dan senior dan akhirnya ditandai dengan dua ujian, Sertifikat Ujian Pendidikan Hong Kong (HKCEE) dan Pemeriksaan Tingkat Lanjutan Hong Kong (HKALE). Sekitar 66% dari siswa Hong Kong melanjutkan studi lebih lanjut setelah sekolah menengah. Pendidikan di Hong Kong sedang menuju sistem yang lebih menekankan pada pehatian dan pengembangan pribadi dengan berusaha mengurangi jumlah ujian.

  1. Belanda

Basisschool atau pendidikan dasar 8 tahun wajib bagi penduduk berusia 5 tahun, yang terdiri dari grup 1(TK0 kecil), grup 2 (TK 0 besar) dan grup 8 selama 6 tahun (SD). Bassicshool ini bertugas menggembleng mental dan menggali bakat siswa dalam suasana belajar yang demokratis dan suportif yang kemudian hasilnya akan dinilai dalam Rapor yang memuat 44 butir pendidikan secara detil sehingga sekolah bisa bena-benar mengenali bakat dan mentalitas murid, karena penjurusan sudah dimulai sejak pendidikan tingkat dasar.

  1. Kanada

Negara ini mengeluarkan anggaran pendidikan yang sangat besar setiap tahunnya dan setiap provinsi memiliki tanggung jawab untuk sistem pendidikannya sendiri. Sekolah gratis dibiayai oleh pemerintah. Setelah lulus SMA, murid bisa melanjutkan belajar di universitas, perguruan tinggi atau untuk yang tinggal di provinsi Quebec, bisa masuk ke Cegep (College of General and Vocational Education) yaitu pendidikan umum dua tahun atau pendidikan teknis selama tiga tahun. Ekonomi dan politik yang stabil sangat mendukung pendidikan di negara ini untuk bisa maju dengan pesat.

 

*Peringkat ini berdasarkan pada hasil survei The World Top 20 Education Poll World Best Education Systems: 2015 1st Ranking. Survei ini mengakumulasi data dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), Programme for International Student Assessment (PISA), the United Nation’s Economic and Social Council (UNESOC), The Economist Intelligence Unit (EIU), Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) dan Progess in International Reading Study (PIRLS). 

Back
THE COMMENTS
LOVE & FRIENDSHIP
Intip 5 Cara Agar Squad-mu Lebih Kompak, Yuk, Beib!
SCHOOL LIFE
Kata Siapa Ekskul Paduan Suara Itu Nggak Keren?
LIFESTYLE
Ingin Punya Tambahan Uang Saku? Manfaatkan Hobi Kamu dan Belajar Jadi Entrepreneur