Lakukan 3 Hal Ini Ketika Cita-cita Kita Ditentang Orangtua

Setelah mengetahui alasan-alasan mengapa orangtua bisa menentang cita-cita kita atau memiliki keinginan yang berbeda, kita jadi bisa lebih mengerti posisi mereka, kan? Tapi ada baiknya kita tetap teguh pada pendirian kalau kita rasa cita-cita itu bisa membuat lebih bahagia. Lakukan 3 hal ini ketika cita-cita kita ditentang orangtua.

Karena kenyataannya, yang bisa membuat kita bahagia dan puas itu adalah diri sendiri. Mungkin kita bisa bahagia kalau melihat orangtua juga bahagia, tapi di dalam diri kita, ada satu titik kekecewaan ketika enggak bisa mencapai apa yang kita inginkan. Enggak mau kan suatu hari bilang, “Coba dulu aku nekad ambil jurusan hukum” karena sebenarnya enggak mau ambil kuliah jurusan ekonomi?

 

1. Bernegosiasi

Seperti Nadiya, kita bisa, kok, melakukan negosiasi dengan orangtua ketika ingin memperjuangkan cita-cita. Bikin perjanjian dengan mereka. Misalnya kalau berhasil masuk ranking 3 besar sampai lulus nanti, kita boleh memilih jurusan kuliah yang kita inginkan. Tidak mudah, tapi setidaknya itu menunjukkan sebesar apa perjuangan yang kita rela lakukan untuk mencapai cita-cita.

Atau misalnya kita ingin jadi musisi? Kita bisa saja menuruti orangtua untuk masuk jurusan bisnis, tapi kita juga bisa mengajukan nego dengan tetap diperbolehkan menekuni musik dan tetap latihan band bersama teman-teman. Banyak, lho, musisi di luar sana yang latar pendidikannya bertolak belakang dengan profesi mereka dan tetap sukses.

 

2. Beri pengertian

Melawan dengan marah-marah enggak akan pernah jadi solusi yang baik. Bukan mendapatkan yang kita inginkan, bisa jadi orangtua jadi semakin keras untuk melarang. Ada baiknya bicara baik-baik ketika memberi pengertian kepada mereka soal cita-cita kita.

Enggak selamanya jadi penulis adalah cita-cita yang muluk dan mustahil. Kalau kita punya bakat, kenapa enggak? Memang untuk sampai menjadi penulis yang terkenal itu enggak mudah, tapi kalau dengan menulis kita bisa merasa bahagia, orangtua kita juga pasti mengerti.

 

3. Konsisten & Disiplin

Penulis Paulo Coelho pernah dimasukkan ke rumah sakit jiwa sebanyak tiga kali oleh orangtuanya gara-gara mereka enggak setuju dengan cita-citanya sebagai penulis.

Saat ditanya apakah Paulo sudah memaafkan ortunya, dia menjawab, “Aku enggak perlu memaafkan mereka karena aku enggak pernah menyalahkan mereka akan apa yang terjadi. Dari perspektif ortuku, mereka cuma ingin membantu supaya aku bisa punya sikap disiplin yang cukup untuk bisa mencapai tujuan hidupku saat dewasa dan enggak sekadar mimpi muluk-muluk saat remaja.”

Intinya, tunjukkan ke ortu kalau kita serius dengan apa yang kita inginkan. Tandanya, kita mau melakukannya dengan konsisten dan disiplin terus menerus serta enggak gampang berhenti dan menyerah saat mengalami kesulitan

Back
THE COMMENTS
LOVE & FRIENDSHIP
Intip 5 Cara Agar Squad-mu Lebih Kompak, Yuk, Beib!
SCHOOL LIFE
Kata Siapa Ekskul Paduan Suara Itu Nggak Keren?
LIFESTYLE
Ingin Punya Tambahan Uang Saku? Manfaatkan Hobi Kamu dan Belajar Jadi Entrepreneur