4 Proses yang Kita Alami Ketika Memaafkan Kesalahan Teman

Memaafkan kesalahan orang lain itu memang enggak mudah, tapi sebaiknya harus kita coba demi hubungan yang lebih baik ke depannya. Ada 4 alasan proses yang kita alami ketika berusaha memaafkan kesalahan teman. Sudah siap untuk memaafkan, girls?

Selama proses interaksi dengan orang lain, kadang muncul hal-hal yang enggak diinginkan, bisa juga disebut konflik. Konflik terjadi ketika harapan kita pada seseorang enggak sesuai dengan kenyataan yang mereka berikan. Bisa konflik dengan orangtua yang menentang keinginan kita, konflik dengan pacar yang enggak pengertian, atau yang mungkin paling sering kita alami adalah konflik dengan teman yang bikin kesalahan sama kita.

Harus kita pahami bahwa orang lain enggak selalu bisa seperti yang kita harapkan. Mereka manusia biasa yang juga bisa melakukan kesalahan yang menyakiti hati kita. Wajar banget kalau kita marah dan kesal untuk beberapa saat. Namun, yang lebih buruk adalah ketika kita memupuk rasa kesal itu sampai berlarut-larut, meskipun mereka yang bikin salah sama kita sudah minta maaf. Kita bilang sudah memaafkan tapi sebenarnya dalam hati kita belum benar-benar memaafkan.

Menurut Laura L. Hayes, psikolog di Children’s Healthcare, Atlanta, Amerika Serikat, rasa marah kita pada orang lain yang pernah bikin salah pada kita akan berpengaruh pada kesehatan mental kita. Semakin dalam rasa marah itu, akan semakin sulit kita untuk berpikir dengan jernih. Akibatnya, hanya akan muncul pikiran-pikiran negatif yang bikin rasa lelah pada tubuh dan pikiran kita. Memaafkan orang lain memang enggak bisa dilakukan secara instan, girls. Yang terpenting adalah kita mau mencoba.

Robert Enright, seorang psikolog dari University of Wisconsin-Madison, Amerika Serikat dalam bukunya yang berjudul Forgiveness Is A Choice bilang kalau ada empat tahapan dalam proses memaafkan kesalahan teman.

1. Membuka Hati

Pada tahapan ini, kita lagi  merasakan sakit hati yang mendalam karena mungkin orang yang kita selalu percaya berbuat kesalahan sama kita. Hal yang harus kita lakukan adalah membuka hati untuk memaafkan. Memang ada pertentangan antara hati dan logika kita yang enggak bersahabat, tapi tahap ini perlu dilalui agar jangan sampai ada kebencian yang muncul.

2. Memilih untuk Memaafkan

Setelah kita membuka hati, maka selanjutnya adalah membuat keputusan untuk memaafkan orang lain. Dalam arti, menurut psikolog Enright, kita sadar kalau dengan memaafkan akan berdampak positif untuk kita dan orang lain yang berkonflik dengan kita. Kita akan tahu bahwa ada hubungan yang berjalan lebih baik bila kita saling memaafkan. Maka, kita membuat pilihan tersebut.

3. Menyembuhkan Diri Sendiri

Proses memaafkan adalah proses yang jujur dilakukan di dalam hati, baik bagi yang minta maaf maupun yang memaafkan. Memaafkan juga bisa berarti melepaskan kesalahan orang lain dan berdamai dengan diri sendiri. Maka, dalam tahap ini kita butuh cara pandang yang baru kepada orang yang berkonflik dengan kita. Kita tahu bahwa ada alasan mengapa dia berbuat kesalahan dan ada usaha untuk kembali membuat hubungan kembali berjalan baik.

4. Berpikir untuk Ke Depan

Konflik yang terjadi pada masa lalu membuat kita mampu berpikir lebih baik untuk ke depannya. Dalam tahapan ini, kita akan memahami bahwa setiap konflik itu pasti bisa terjadi kapan saja dan kita dapat mengetahui cara untuk menyelesaikannya yaitu dengan proses memaafkan yang sudah kita jalani. Dengan begitu, kita akan merasa lega dan semakin kuat. Seperti kata Mahatma Gandhi, mereka yang mampu memaafkan adalah mereka yang kuat.

 

Sekarang kamu jadi tahu kan beib, kalo memaafkan itu penting dan juga baik untuk persahabatan. Tapi gimana kalau kamu sendiri yang punya salah sama salah satu anggota di geng kamu? Mau minta maaf tapi gengsi, pahami tips nya di 3 Cara Supaya Bisa Minta Maaf Duluan Ketika Berantem Sama Teman.

Back
THE COMMENTS
LOVE & FRIENDSHIP
Pengin Jalan-Jalan Seru Tapi Hemat Bareng Squad? 5 Lokasi Ini Jawabannya
SCHOOL LIFE
Kuis Kepribadian: Seperti Pahlawan Wanita Indonesia Mana Sih, Kamu?
LIFESTYLE
Sosial Media dari tahun ke tahun. Mana aja yang pernah atau sedang kamu pakai?