5 Tipe Teman yang Bisa Membahayakan Persahabatan dalam Squad

Punya banyak teman memang bikin hidup kita jadi lebih seru, apalagi kalau tergabung dalam squad. Tapi, kadang ada aja teman yang perilakunya ‘ajaib’ dan bisa membahayakan persahabatan dalam squad kita. Misalnya 5 tipe teman yang kayak gini nih, beib. 

1. Minta ditemenin ke mana-mana tapi kita dicuekin

Hal yang wajar kalau ada teman yang selalu minta ditemani kemana-mana, Justru itu bakal jadi quality time buat kita dan teman sambil curhat dan nongkrong. Tapi, bete juga kalau ternyata dia ngajak jalan tapi malah sibuk sendiri dan enggak peduli keberadaan kita. Teman kayak gini biasanya sibuk belanja, gak berhenti main hape atau justru malah ngajak kita ketemu cowok yang baru kenalan.

How to deal with them:

-       Sesekali enggak menerima ajakan jalan dari dia. Pakai beberapa alasan yang masuk akal supaya dia enggak ketergantungan sama kita.

-       Kalau dia sibuk belanja atau main hape, coba ajak dia ngobrol biar dia enggak cuma fokus dengan kegiataannya dan sadar kalau kita ada. Kalau dia bawa temannya yang lain, jangan malu buat ikut ngobrol sama mereka.

-       Masih mau satu squad sama teman kayak gini? Bawa pekerjaan rumah, laptop, atau novel waktu kita main sama dia. Jadi enggak mati gaya kalau dia nyuekin kita lagi.

2. Selalu pinjam uang atau barang tapi pelit sama kita

Teman itu harusnya selalu saling bantu, apalagi kalau salah satu dari temannya kesusahan. Kita boleh banget kasih pinjam uang atau barang selama kita mampu. Tapi enggak bangetnya, ada teman yang enggak menghargai kebaikan kita dan justru pelit waktu kita perlu dia. Apalagi kalau dia sampai enggak mengembalikan barang atau uang yang dia pinjam dari kita. Teman kayak gini biasanya banyak alasan waktu kita mau pinjam sama dia, seperti “Hari ini bawa uangnya pas nih” atau “Aduh, naroh di mana ya? Lupa deh.”

How to deal with them:

-     Berhenti meminjamkan uang atau barang sama dia. Enggak ada cara lain bikin dia sadar selain berhenti meminjamkan apa yang kita punya. Jadikan barang yang belum dia kembalikan jadi alasan kita, misalnya “Boleh kok pinjam novel ini, tapi balikin dulu DVD yang kemarin ya.

-     Jangan mau sakit hati terus deh. Mending kita enggak lagi-lagi minta tolong ke dia buat pinjam barang atau uang. Soalnya, teman kayak gini enggak gampang berubah.

3. Teman enggak mau kalah

Punya rasa enggak mau kalah sama teman harus kita punya, apalagi dalam hal pelajaran. Rasa kompetisi dalam semua pertemanan bakal bantu diri kita jadi lebih baik. Tapi, kalau teman kita mulai enggak mau kalah soal barang atau bahkan kegiatan sehari-hari, bisa jadi ganggu! Apalagi kalau dia mulai suka pamer dan membanding-bandingkan dengan apa yang kita punya. Tipe teman kayak gini biasanya muncul gara-gara dia butuh diakui eksistensinya.

How to deal with them:

-       Cari tahu alasan teman kita yang berjiwa kompetitif kayak gini. Ajak dia ngobrol santai sepulang sekolah dan tanya soal hal yang dia lakukan buat menyaingi kita.

-       Memuji teman kita adalah solusi yang ampuh. Coba tunjukkan kalau dia sangat penting buat kita dengan apa yang dia punya sekarang.

-       Teman mulai jadi copycat dengan enggak mau kalah beli barang yang sama kayak kita? Coba kasih dia masukan gaya lain yang juga bisa keren dan enggak sama kayak kita.

4. Teman yang selalu mensabotase curhat

Curhat jadi kegiatan wajib buat cewek- cewek kalau bertemu. Tapi, secara enggak sadar, selalu ada teman yang mendominasi waktu curhat. Kita baru curhat tiga kalimat, dia langsung nyambung dan cerita panjang soal dirinya. Dia teman yang self centered atau segala tentang dirinya. Tipe teman yang kayak gini biasanya enggak sadar kalau dia termasuk teman yang nyebelin. Parahnya lagi, dia biasanya enggak peduli dengan keadaan yang kita yang lagi pengen curhat banget.

How to deal with them:

-       Kasih dia solusi yang straight to the point. Teman yang kayak gini biasanya curhat lama gara-gara belum menemukan solusi yang cocok dari kita. Jangan ragu buat meminta dia berhenti soal curhat yang sama.

-       Pakai kata-kata ampuh kayak “Gue mau curhat banget deh sama lo!” atau “Dengerin dulu ya jangan dipotong” kalau kita butuh teman buat mendengarkan curhatan kita sebelum disabotase.

5. Teman yang selalu mengajak melakukan hal buruk

Jadi anak yang baik enggak selamanya menjamin kita enggak nakal. Apalagi kalau kita ada disekeliling teman-teman yang suka mengajak kita melakukan hal-hal yang buruk. Teman-teman tipe kayak gini biasanya mengajak kita buat ikut perilaku mereka yang enggak baik. Misalnya ikut bolos, minum-minuman keras, sampai seks bebas. Ini pergaulan yang sama sekali enggak mendukung kita ke arah yang lebih baik.

How to deal with them:

-       Yang pasti sih, kalau dia ngajak melakukan sesuatu yang enggak banget, kita tolak aja dengan santai. Berteman sama dia bukan berarti kita harus ikut melakukan semua hal yang dia suka lakukan, kan?

-       Kalau kita merasa dia udah terlalu jauh, coba ingatkan. Buat dia sadar kalau kita peduli, lho, sama dia.

-       Tapi kalau masalah yang ia alami terlalu berat buat kita, minta bantuan teman lain dalam squad, atau, langsung aja konsultasi sama kakak, ortu, atau guru yang kita percaya.

Itu tadi adalah sifat teman yang bisa merusak geng kamu, ada juga sifat-sifat buruk kita yang bisa bikin persahabatan jadi retak dan gak langgeng. Baca selengkapnya di 7 Sifat yang Harus Dihindari dalam Squad.

Back
THE COMMENTS
LOVE & FRIENDSHIP
5 Lagu dengan Tema Persahabatan yang Cocok Didengarkan Bareng Squad
SCHOOL LIFE
Ini Dia Akun-Akun Instagram yang Wajib Di-follow Pelajar: Bersosial Media Sambil Belajar
LIFESTYLE
Sosial Media dari tahun ke tahun. Mana aja yang pernah atau sedang kamu pakai?