6 Cara Menghasilkan Uang dari Hobi

Menekuni hobi itu memang menyenangkan dan sering membuat kita lupa waktu. Sering terjadi, dibandingkan memikirkan pelajaran sekolah, kita lebih suka memikirkan hobi. Kalau kita sudah seperti ini, enggak ada salahnya kita mulai merintis hobi untuk mencari uang. Tekuni dengan baik dan sungguh-sungguh, kelak hobi tersebut bisa jadi karier yang menyenangkan. Simak 6 cara menghasilkan uang dari hobi ini, deh!

1. Mulai dari hal kecil

Jangan pernah meremehkan hobi yang kita miliki walau terlihat kecil atau sepele. Segala yang besar selalu bermula dari yang kecil. Banyak orang-orang yang sukses awalnya memulai dari sekadar iseng dan hobi semata. Tapi mereka terus menekuninya hingga tanpa terasa jadi sesuatu yang besar dan akhirnya menghasilkan uang. Salah satu contoh adalah Jonghyung, member SHINee. Dia punya kebiasaan untuk menulis di hape. Awalnya cuma iseng saja tapi karena jumlah tulisannya semakin banyak, akhirnya tulisan itu dia terbitkan menjadi buku, Umbrella Leaf. Enggak disangka-sangka, kan? Kalau kita hobi melukis, menulis, atau bikin DIY, tekuni terus dengan maksimal. Apa yang sudah kita buat bisa jadi akan jadi aset penting di masa depan.

 2. Media sosial sebagai portfolio

Beruntunglah kita sekarang hidup saat media sosial biasa membuat kita lebih cepat eksis. Jangan jadikan media sosial cuma untuk pamer selfie. Kita bisa gunakan untuk memamerkan keahlian kita juga. Anggap aja media sosial sebagai portfolio. Pajang puisi, hasil karya DIY kita, hasil foto, potongan video kita dance atau bernyanyi atau aktivitas lainnya di Twitter, Facebook, Instagram, Snapchat sampai Steller. Siapa tahu ada orang yang tertarik untuk menggunakan jasa kita. Seperti Syntia Wijaya, pelukis dari kayu. Awalnya dia iseng mem-posting hasil lukisan kayunya di Instagram. Dari situ ada beberapa orang yang melihat dan tertarik untuk memesan lukisannya.    

3. Jangan jadikan uang sebagai motivasi

Bukannya dilarang ingin mendapatkan uang. Tapi kalau belum apa-apa pikiran kita adalah meraih keuntungan, biasanya enggak akan sukses. Uang datang dengan sendirinya kalau kita mencintai apa yang kita kerjakan. Saat kita memutuskan serius menekuni hobi, jangan pikirkan uang yang bakal kita dapat dari hobi itu. Sebaliknya, pada awal menekuni hobi, kita justru butuh mengeluarkan uang sebagai investasi jangka panjang dari hobi kita. Tapi jangan selalu minta sama ortu, yah. Alternatifnya, kita bisa menabung dari sisa uang jajan.

Kalau kita menekuni secara serius, pelan tapi pasti uang akan mengalir. Salah satu contoh, adalah pengalaman para fashion blogger, beauty blogger atau travel blogger. Seperti Trinity, travel blogger yang dikenal dengan bukunya The Naked Traveler. Awalnya dia mengeluarkan sendiri biaya berlibur dan menuliskan pengalamannya di dalam blog. Seiring dengan bukunya yang semakin sukses, dia jadi sering diundang dan dibiayai untuk pergi berlibur. Tentu saja ini enggak instan, melainkan butuh waktu bertahun-tahun sampai orang mengenal dirinya dan bahkan bersedia membayarnya untuk melakukan hobi jalan-jalanya itu.

4. Tawarkan jasa gratis

Gimana orang bisa tahu keahlian kita kalau mereka enggak melihatnya sendiri? Nah agar orang mengakui kemampuan yang kita miliki, jangan sungkan untuk menawarkan jasa kita secara gratis pada orang lain. Misalnya kita bisa main piano atau main gitar, kita bisa tampil secara gratis di acara sekolah atau mengajarkan teman kita bermain musik. Kalau kita jago foto, enggak ada salahnya menawarkan diri jadi fotografer di berbagai acara. Dari situ orang makin tahu nama kita. Kalau sudah mulai dikenal, kita bisa pasang tarif yang lebih murah dibanding para profesional. Semakin jago, kita boleh tambah tarif dari jasa yang kita keluarkan.  Menawarkan jasa, selain membuat nama kita dikenal, bisa dihitung juga sebagai cara menambah jam terbang. Semakin banyak jam terbang, semakin bertambah skill dan juga kesadaran orang-orang akan karya kita.

5. Bukan sekadar ngetren

Wajar banget kita melakukan sesuatu karena ajakan teman atau ketika saat itu sedang tren. Tapi kalau kita ingin menekuni satu hobi, harus lebih dari sekadar mengikuti tren. Tren itu bisa hanya jadi salah satu pendorong awal. Ketika sudah enggak jadi tren, kalau memang kita suka, terus saja lakukan hobi kita itu karena dari situ terlihat konsistensi kita dalam menekuni hobi. Salah satu contoh menarik adalah animator Andre Surya yang membuka sekolah Enspire School of Digital Art dan pernah menjadi animator untuk film Hollywood seperti Iron Man. Saat masih sekolah, game sedang naik daun dan banyak orang memainkannya. Namun dia enggak sekadar main saat game sedang tren saja. Hobinya ini dia terus tekuni sampai akhirnya dia memutuskan kuliah untuk digital art dan akhirnya berprofesi di bidang itu.

6. Terus menambah ilmu

Punya bakat akan membantu kita menekuni satu keahlian. Tapi bakat saja enggak cukup, kemampuan harus terus diasah. Ketika kita punya hobi, jangan lupa untuk terus menambah ilmu dan kemampuan kita. Bisa lewat ikutan kursus tambahan atau ikut lomba.. Seperti cerita Isyana Sarasvati yang sering menambah ilmu dengan mengikuti berbagai perlombaan musik. Menurutnya, dengan berlomba ini dia jadi bisa mengukur sejauh mana kemampuan yang dimiliki. Berlomba pun membuat dia makin semangat berlatih karena ada satu target yang dia kejar.

 

Jadi ketika kita memutuskan menekuni satu hobi, jangan lupa mengetes kemampuan kita untuk ikutan lomba. Ini bukan masalah menang atau kalah, yang penting kita mau dan berani mencoba mengukur kemampuan kita. Kalau satu dua pertandingan yang kita ikut belum menang, jangan berkecil hati. Ketika kita ikut lomba, enggak hanya kemampuan yang terasah, mental kita juga terasah. Kita jadi enggak mudah putus asa hanya karena satu sandungan kecil.

Back
THE COMMENTS
LOVE & FRIENDSHIP
Pengin Jalan-Jalan Seru Tapi Hemat Bareng Squad? 5 Lokasi Ini Jawabannya
SCHOOL LIFE
Kuis Kepribadian: Seperti Pahlawan Wanita Indonesia Mana Sih, Kamu?
LIFESTYLE
Sosial Media dari tahun ke tahun. Mana aja yang pernah atau sedang kamu pakai?