Kenapa Kita Suka Mendadak Sakit Menjelang Ujian?

Pernah mendadak sakit perut, pusing, atau gemetaran sebelum ujian? Jangan-jangan kita mengalami gejala psikosomatis, nih.

 

Apa itu Psikosomatis?

Psikosomatis terdiri dari dua kata, ‘psyche’ yang artinya pikiran dan ‘soma’ yang berarti tubuh. Gangguan psikosomatis adalah penyakit fisik yang disebabkan pikiran negatif dan/atau masalah emosi seperti stres, cemas, kecewa, rasa bersalah, dan emosi negatif lain. Dalam dunia psikologi, psikosomatis sering disebut penyakit fungsional, ketika terdapat rasa sakit dan masalah pada fungsi tubuh meskipun enggak ada kelainan pada pemeriksaan x-ray atau tes darah.

 

Penyakit Berhubungan dengan Pikiran

Denyut jantung yang berubah cepat, gemetaran (tremor), berkeringat, mulut kering, atau nyeri otot adalah berbagai gejala fisik yang mungkin banget kita alami waktu lagi takut atau nervous menjelang ujian. Gejala fisik ini disebabkan meningkatnya aktivitas impuls saraf dari otak ke berbagai bagian tubuh, ditambah dengan pelepasan hormon adrenalin (epinefrin) ke dalam aliran darah. Otak dinilai bisa memengaruhi sel-sel tertentu dari sistem kekebalan tubuh.

 

Penyebab Psikosomatis

Menurut David Cheek M. D., dan Leslie Lecron dalam buku Clinical Hypnotherapy, ada tujuh penyebab seseorang bisa menderita psikosomatis, di antaranya:

  1. Konflik internal atau yang bersumber dari diri sendiri seperti rasa iri, dengki, mudah tersinggung, atau terlalu sensitif.
  2. Sering berbohong dengan mengatakan sakit padahal sedang sehat.
  3. Motivasi untuk menjadi sakit demi mencari keuntungan, misalnya supaya enggak perlu masuk sekolah atau mendapat perhatian dari orang sekitar.
  4. Pengalaman masa lalu yang bersifat traumatis dan sangat membekas.
  5. Rasa empati yang mendalam, misalnya seorang ibu yang sakit karena sedih melihat anaknya sakit.
  6. Perasaan bersalah akibat melakukan sesuatu yang bertentangan dengan prinsip.
  7. Pengaruh label, misalnya karena orangtua kita sering bilang, “Jangan minum es nanti batuk dan pilek”, yang apabila benar-benar masuk ke alam bawah sadar kita maka bisa menimbulkan sakit sesungguhnya.

 

Apa saja gejalanya?

  1. Sakit di bagian perut seperti kehilangan nafsu makan, mual, diare atau muntah.
  2. Sakit di bagian kepala seperti kepala berputar atau berdenyut.
  3. Rasa panik dengan berbagai gejala fisik yang berpotensi menyebabkan agoraphobia, yakni ketakutan berada di tempat ramai karena enggak nyaman dengan panic attack.
  4. Kelelahan, misalnya sulit berkonsentrasi, mudah mengantuk, dan jadi pelupa.

Kalau merasa mengalami hal-hal di atas dan setelah memeriksakan diri ke dokter enggak ditemukan penyakit fisik, sebaiknya kita langsung berkonsultasi ke psikolog.

 

Bagaimana Mengatasinya?

Penderita psikosomatis biasanya kecewa dan bingung karena enggak mendapat penjelasan secara medis mengenai penyakitnya. Padahal gangguan psikosomatis bermula dari masalah kejiwaan, sehingga yang dibutuhkan bukan cuma obat-obatan klinis, melainkan bisa diatasi atau minimal dikurangi dengan psikoterapi, mengonsumsi antidepresan, latihan relaksasi, atau hipnoterapi. Dengan hipnoterapi, kita akan diarahkan untuk mensugesti diri dengan hal-hal positif, sehingga bisa membantu kita melupakan kesedihan dan kekecewaan masa lalu supaya enggak jadi bibit penyakit. Intinya, selalu berpikiran positif aja ya, beib!

Back
THE COMMENTS
LOVE & FRIENDSHIP
5 Lagu dengan Tema Persahabatan yang Cocok Didengarkan Bareng Squad
SCHOOL LIFE
Ini Dia Akun-Akun Instagram yang Wajib Di-follow Pelajar: Bersosial Media Sambil Belajar
LIFESTYLE
Sosial Media dari tahun ke tahun. Mana aja yang pernah atau sedang kamu pakai?